Ketika Dinar | Emas Sudah Tidak Menjadi Alat Investasi

Jika pembaca Dinar Bandung mengikuti dari awal perkembangan Dinar di sekitar tahun 2010-2015, mungkin pernah melihat TAGLINE di website Gerai Dinar yaitu Investasi dan Proteksi Nilai. Yupe, Gerai Dinar memang tidak melarang Dinar untuk investasi, sesuatu hal yang malah dilarang jika kita merujuk pemahaman orang orang Wakala, bahwa Dinar itu bukan untuk Investasi tapi lebih untuk dipakai muamalah dan zakat. Karena itu Wakala menyebut Gerai Dinar sebagai Pebisnis Dinar menyimpang. Tapi saya tidak setuju dengan penyebutannya spt itu.

Kembali ke topik pembicaraan, TAGLINE di Gerai Dinar sekarang sudah berubah, anda bisa cek di website geraidinar.com, yupe mungkin memang sdh berubah bisnis modelnya, bisa jadi. Tapi memang benar bahwasanya TAGLINE Dinar dan Emas itu sendiri di Dunia Investasi sudah memudar, dari sekedar investasi ( bedakan dengan istilah trading ) dan proteksi nilai menjadi hanya sebagai proteksi nilai, istilah lain untuk tujuan nilai lindung ( hedging). Nilai hedging terhadap apa ? Terhadap depresiasi mata uang kertas dan adjustmentnya itu terhadap Dollar, karena itu harga Emas selalu berkebalikan dengan Dollar, Dollar menguat maka Emas melemah dan sebaliknya jika Dollar melemah maka Emas akan menguat harganya atau adjustment terhadap inflasi kalau kita berbicara dengan acuan rupiah.

Shifting persepsi market dari tujuan menyimpan emas dari investasi hanya menjadi nilai lindung adalah hal yang terjadi sekarang. Anda bisa melihat harga Emas untuk dari angka 500 ribu ke 600 ribuan itu perlu berapa tahun? Untuk dari Dinar harga 2,2 Juta hingga menjadi 2,3 juta itu perlu berapa tahun? Untuk investasi emas nilai ROI/Year ditentukan oleh kenaikan harga emas dan juga terpenting nilai BUYBACK, jika asumsi nilai Buyback Dinar Minus 4% sedangkan kenaikan 20% saja diperlukan 5 Tahun misalkan, maka netto per 5 tahun adalah 15 % dan netto per tahun 4% kurang. Kesimpulannya Emas dan Dinar hanya sebagai adjusment depresiasi mata uang kertas dengan inflasi adalah parameternya.

So, ketika kita berbicara Emas dan Dinar sebagai investasi maka saat ini bukanlah saat terbaik, tapi jika kita ingin melakukan proteksi nilai atau adjustment terhadap inflasi maka Emas dan Dinar masih layak apalagi diniatkan untuk jangka panjang semisal untuk menabung untuk keperluan ibadah Haji, Umroh, Pendidikan dan Pensiun.

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin memulai menabung Emas atau Dinar.

Please follow and like us:

Topic:

Just For You