Menelaah Daya Beli Dinar Wakala Induk

Menelaah Daya Beli Dinar Wakala Induk

Ketika kita melihat harga Dinar dari Wakala Induk Nusantara maka di bagian kanan website akan terpampang seperti ini

DAYA BELI
1 DINAR – Rp 2.680.000,-
2 DINAR – Rp 5.360.000,-
1 DIRHAM – Rp 70.000,-
2 DIRHAM – Rp 140.000,-

Sebagai intro Dinar Wakala yang pertama saya lihat adalah cetakan Logam Mulia Antam, pecahannya yang pernah saya lihat 1/2 Dinar ,1 Dinar, 2 Dinar ( Mohon dikoreksi bila ada kesalahan) , setelahnya mereka tidak mencetak Dinarnya di Logam Mulia tapi mencetak sendiri , di sertifikatnya tertulis Kriya Tempat Nusantara, yang sering lihat pecahan 1 Dinar. Terakhir saya lihat di website, Dinar mereka tidak bersertifikat. Konon sertifikat itu akal akalannya bankir, wallahualam. Berbeda dengan saya, saya menilai selain dari sertifikat juga dari siapa yang mencetak, karena urusan cetak mencetak bukan hanya bisa mencetak tapi mereka harus punya QC ( Quality Control) dan QA ( Quality Assurance). Untuk hal itu saya masih mengunggulkan produk Logam Mulia Antam tapi jika anda ingin memliki Dinar Dirham dari berbagai pengedar yah silahkan, itu tergantung selera anda dan saya sendiri masih ada dirham wakala 🙂 .

Jika dilihat dari keterangan di atas, sekarang Wakala Induk “menjual” Dinar pecahan 1 dan 2 Dinar, kemudian pecahan 1 Dirham dan 2 Dirham tapi saya belum lihat Dinar mereka yang terbaru dan Dirham mereka yang pecahan 2 Dirham. Kalau dilihat semua Dinar Dirham dalam bentuk kemasan plastik bulat ( saya lupa istilahnya). Namun dirham dirham yang lama mereka masih mereka perjualbelikan ( bisa ditukar dari rupiah menurut istilah mereka).

Kita masuk ke tema sekarang mengenai istilah Daya Beli, sy belum temukan definisi Daya Beli dari mereka, apa maksud DAYA BELI adalah :

  • Harga Jual Dinar, Harga Tukar Dinar ke Rupiah atau
  • Sejumlah nilai rupiah yang dapat dibelanjakan dengan menggunakan 1 Dinar, misal 1 Dinar daya beli Rp.2.680.000 maka bisa membeli dengan harga barang setara dengan Rp.2.680.000

Semisal dr setiap pernyataan di atas jadi timbul konsekuensi berupa

  • Jika berkaitan dengan harga jual atau harga tukar, maka harga 2.680.000 bisa kita benchmarking dengan harga dasar Dinar 22 K ( tanpa biaya cetak). Pada hari ini tanggal 4 April 2019, harga emas dunia 1.290 /oz Troy , Kurs 14.200, maka didapat harga emas murni per gram 588.813. maka bahan 1 Dinar 2.294.754 dibulatkan menjadi 2,3 ada komposisi perak di dalamnya.

Asumsi lain semisalkan biaya cetak ambil aja asumsinya 100 ribu ( angka 100 ribu , asumsi cetak LM 5 gram di antam saja 110.000).maka didapat harga Dinar tanpa margin 2,4 Juta. Berarti selisih harga dasar dan harga jual 280 ribu rupiah. Mungkin mereka memasukkan komponen biaya seperti biaya distribusi, investasi alat dll.

  • Jika berkaitan dengan point ke 2 mengenai daya beli membeli barang senilai 2.680.000, maka saya sangsi orang mau menjual barang seharga 2,68 Juta dengan 1 Dinar, karena saat dijual keumuman pun belum tentu orang mau menerima di harga 2,68 Juta, malah bisa jatuh ke harga dasar dan lebih parah lagi harga buyback perhiasan.

Kerancuan harga Dinar ini tentunya akan membuat bingung pengguna, mengapa? Kita masuk ke kasus misalkan dalam hal ZAKAT

  • Seseorang memiliki harta yang telah nishab , semisal 1 Dinar, dia membeli Dinar 2,68 Juta dan dia menzakatkan ke Badan Amil Zakat 1 Dinar tersebut. Badan Amilnya pun tentunya kebingungan bagaimana menggunakannya, sedangkan dia harus membagikan zakat tersebut, spy terbagi maka badan amil harus menjualnya, dan ketika menjual apakah dapat Dinar dengan harga 2,68 Juta ? Belum tentu bisa jadi di 2,3 atau 2,1 ( dianggap perhiasan) . Ketika melihat maslahatnya mending kita punya uang zakatkan rupiah 2,68 atau beli dinar kasih ke badan amil kemudian dijual kembali yg walhasil dapatnya cuma di angka 2,1-2,3 juta ?

Mungkin anda bisa simpulkan sendiri atau anda punya pemikiran lain, silahkan dishare di komentar dibawah.

Please follow and like us:
error

Topic:

Just For You