Serah Terima Dinar Tertunda itu Boleh karena Alasan Darurat?

Kemarin kemarin saya diskuski dengan seseorang di Whatsapp, berkaitan dengan Dinar dan Dirham khususnya Dinar, dimana beliau, saya lihat condong ke pemahaman Wakala Induk dimana beliau berpendapat bahwa zakat dengan uang kertas tidak sah, dan wajib berzakat dengan Dinar. Bagi saya pandangan beliau sah sah saja kalau memang pendapatnya ditopang dalil dalil yang jelas dan menurut pendapat jumhur ulama.

Pembahasan ini saya lebih tertarik ucapan beliau bahwa Dinar Dirham haruslah ditukar secara kontan atau hand to hand, maka saya memberikan info bahwasanya Wakala Induk Bintan menjual Dinar Dirham mereka melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee dll, dan cara ini sama seperti serah terima Dinar Dirham tidak Hand to Hand, alhamdulillah saya pun sudah tidak melakukan jual beli Dinar Dirham melalui marketplace ( saya masih ada beberapa Dirham dari kesultanan Ternate).

Beliau pun memberikan uzur bahwasanya apa yang dilakukan Wakala Induk karena alasan darurat. Nah yang akan saya bahas adalah apakah yang disebut Darurat. Pemikiran Wakala Induk jika ditarik garis lurus sama seperti pemikiran Gerai Dinar dan lainnya, jika tidak serah terima hand to hand maka bagaimana sosialisasi Dinar ke seluruh pelosok Indonesia misalnya.

Baiklah, jika kita kritisi maka akan banyak pertanyaan yang akan timbul?

  • Apa maksud dari Darurat ? apa yang disebut kondisi Darurat ?
  • Bagaimana Fiqh Darurat, apakah boleh terus menerus menerjang keharaman suatu akad?
  • Apa tidak ada solusi lain supaya akadnya menjadi lebih selamat?

Bagi saya pemahaman akan Fiqh Muamalah lebih prioritas dari sekedar orang paham Dinar kemudian membeli dan menyimpan, karena kadang kalanya banyak orang menyimpan dinar ( boleh dikata menimbun) hanya untuk tujuan investasi yang hanya mengandalkan kenaikan per satuan waktu. Kalau saya lebih memaknai lebih dalam : Lebih baik uang kertas berputar di muamalah ( infak/sedekah/ syirkah) dibanding uang dinar yang hanya ada di bawah kasur atau brankas.

Ke depannya akan saya muat artiker Fiqh mengenai Kondisi Darurat, semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca.

Please follow and like us:
error

Topic:

Just For You