Riba Nasi’ah : Riba yang Sering Dilakukan Pengedar Dinar

Pernahkan anda melihat akad akad jual beli yang digunakan Pengedar Dinar walaupun dilakukan oleh Wakala yang dikenal dengan pendapatnya bahwa uang kertas adalah riba : yaitu bolehnya serah terima koin emas dinar dan dirham TERTUNDA.

Mungkin di antara kita menyebutkan ‘ Masa gitu aja Riba ‘ , Mungkin anda termasuk saya dulu adalah orang yang meremehkan hal ini ( Semoga Allah mengampuni saya) . Dulu saya beli Dinar di Gerai Dinar, serah terima tertunda. Jika di Grup Agent maka akan ada jawaban : ‘ Jika tidak begitu kapan Dinar akan tersebar ke seluruh kota di Indonesia, kurang lebih celetuk salah satu Agen’.

Sebagian ada yang beranggapan dengan sebuah pendapat yang malah akan meruntuhkan pendapat awal tentang Dinar , misal :

  • Pendapat bahwa Uang Kertas bukanlah barang ribawi, Dia adalah Dayn ( Surat Utang), maka tidak boleh diperjual belikan dan menjadi tidak sah jika kita membeli Dinar dengan uang kertas. Implikasinya bahwa membeli Dinar dengan komoditas seperti beras, gandum adalah sah daripada menerima uang kertas jatuhnya pada akad bathil.
  • Pendapat bahwa Dinar dan Emas adalah Komoditi ( Bukan barang ribawi ) dan bukan Alat Tukar maka esensinya menafikkan bahwa Dinar dan Emas adalah The Real Money, mata uang yang universal .

Ada sikap berlebihan dan sikap meremehkan, pendapat yang lebih adil bahwasanya Dinar atau Emas Batangan merupakan barang Ribawi begitu juga Uang Kertas , sehingga pertukarannya pun harus kontan , hand to hand.

Saya lebih menyarankan untuk bertransaksi secara tunai, kontan, hand to hand dan semua ini tentunya ada hikmahnya bagi kita semua.

Untuk lebih paham aturan jual beli Emas dan Valas, saya akan mengambil artikel di web pengusahanmuslim dan akan saya publikasi di web Dinar Bandung

Please follow and like us:

Topic:

Just For You