The Fed Dovish, Apa Maksudnya?

Berita berita beginian biasanya dipakai sebagai berita non teknikal, kemana arah emas apa naik turun yang biasanya berseberangan dengan Dollar. Jika index dollar naik biasanya harga emas turun, sebaliknya indeks dollar turun harga emas naik.

Saya sebenarnya tidak begitu mengikuti perkembangan The Fed, sampai terakhir baru tahu gubernur The Fed sudah diganti tapi yang fenomenal itu Ben Bernanke, gubernur The Fed pada saat Amerika mulai krisis Sub Prime Mortgage hingga Program Pelonggaran Quantitative Easing mulai dihentikan, kalau bahasa kerennya The Fed narikin Dollar yang dah dicetak. Kalau pas krisis The Fed cetak dollar sebanyaknya. Beda dengan Indonesia, kalau krisis kita berhutang, Amerika mah kalem we cetak Dollar sebanyak banyaknya.

Anda pernah lihat harga emas melejit sampe 1900 Dollar/ Oz Troy dah kemudian di tahun 2014 perlahan tapi pasti terjerembab ke 1000 Dollar sekian.

Di atas intro saja, mengulang history tentang emas. sebenarnya harga Emas mulai Bulish ( Naik ) itu mulai eranya Alan Greenspan di dekade 2000 an, euforianya terasa hingga Amerika terpapar krisis, Dollar dicetak banyak banyak, dan banyak keluar dari Amerika sampai ke Emerging Market Indonesia, Rupiah bisa dikatakan saat itu sedang perkasanya.

Kembali ke The Fed Dovish, maksudnya untuk tahun 2019 ini menurut gubernur baru Jerome Powell tidak ada kenaikan suku bunga, sinyal ini karena pertumbuhan ekonomi Amerika diprediksi melemah ke 2.1% ( 2019) dibanding 3% ( 2018), walhasil Dollar rontok, rupiah menguat dan harga emas mulai merangkak naik. Tapi apa selamanya Dollar akan turun?

Presiden Amerika Donald Trum pengennya Dollar turun supaya produk mereka tidak mahal, menggenjot ekspor, mungkin ini sinyal memang Dollar dibuat turun, menstimulasi ekonomi Amerika. So harga emas jangka pendek ini tentunya akan naik ( Bullish) kecuali The Fed mendapatkan data ekonomi sebaliknya.

Jadi apapun datanya bukan berarti mengadvise untuk beli emas/dinar, keputusan membeli emas/dinar haruslah diputuskan sebagai keputusan dalam hal perencanaan keuangan masa depan bukan untuk spekulasi atau euforia sesaat.

Please follow and like us:

Topic:

Just For You