Lebih Baik Jangan Membeli Dinar ( Belum Saatnya)

Mungkin judulnya terkesan saya tidak suka Dinar Dirham, tapi pengalaman saya di Dinar Dirham malah meyakinkan saya Dinar dan Dirham memang belum saatnya dijadikan fokus dalam ekonomi Islam, mengapa ? Kita baca realita yang berkembang dan anda benchmarking antara Dinar dan Emas Batangan, kira kira mana yang lebih baik, jika anda pedagang dinar yang jujur sdh pasti anda mengatakan emas batangan lebih baik apalagi produksi Logam Mulia Antam. Emas batangan sudah banyak penggunanya untuk jenis pecahan tertentu adalah pecahan favorit.

Sedangkan untuk Dinar sendiri masih banyak permasalahan di biaya cetak, pajak dinar hingga komunitas serta belum kompaknya provider dinar dan dirham, mulai perseteruan mereka, saling cela mereka untuk perkara dinar dan dirham yang nyatanya banyak ulama pun berbeda pendapat.

Ujung ujungnya sosialisasi Dinar dan Dirham gak jauh dari masalah dunia, untung rugi dan lain lain, sedang bagaimana meningkatkan kesadaran akan bahaya riba seolah tersampingkan, jikapun ada ujung ujungnya adalah Belilah Dinar Saya, jangan Beli Dinar Mereka.

Bagi saya yang terpenting adalah bagaimana menyadarkan umat akan bahaya riba, menyadarkan umat untuk terus menuntut ilmu, untuk tahu berbagai hukum Fiqh Muamalah bukan sekedar beli Dinar, Simpan, Diam atau beli Dinar simpan di pihak Mereka dan lingkaran merekalah sendiri yang menikmati.

Semoga kita tidak menjadi orang yang menjadikan Dinar tujuan akhir atau solusi Ekonomi.