Mas Dino dan Ke’WARA’annya

Saya belum minta izin ke beliau tapi kalaupun izin sepertinya tidak diizinkan, karena beliau bukan tipe orang yang suka pujian, tp saya gak bisa menahan diri untuk memposting cerita ini :D. Maafkan saya.

Jadi awalnya di grup Pemasar Dinar kurang lebih ada dialog ( kurang lebih, sy cuma ingat intinya saja)seperti ini:

Mas Dino : ” Saya dikritik pembeli dinar mengapa jual belinya tidak hand to hand, karena jual beli dinar itu harus saat itu juga tunai dan tanpa ada penundaan walaupun itu itu hanya satu hari atau dalam hitungan jam

Kemudian Mas Dino memutuskan kepada kliennya untuk jual beli dengan syarat hand to hand, misal kirim dinar kemudian bayar saat itu, beliau tidak mau terima uang kemudian dinar dikirim, begitu juga bila ada buyback.

Continue reading “Mas Dino dan Ke’WARA’annya”

Mengapa Harga Khamsa itu Tidak Harus 5 x Harga Dirham?


Dari dulu saya sebenarnya ada unek unek kenapa harga khamsa itu 5 x harga dirham padahal kl dilihat komponen cetaknya cuma satu kali..

Cekidot —

– Harga Perak Pasar Spot itu 16 USD/OZ Troy sekitar 7000 rupiah, tapi di pasaran kurang lebih 10.000 per gram

– Biaya Cetak dirham ambil saja asumsinya 30.000 – 90.000

– Untuk mencetak dirham maka terlalu mahal dengan harga jual yang dipatok cuma 70 ribu, yah ada untung tapi tipis setipis bulu 🙂 , sedangkan untuk khamsa jika harga jual 350.000, HPP itu di 180.000 – 240.000

Continue reading “Mengapa Harga Khamsa itu Tidak Harus 5 x Harga Dirham?”

Yang Tidak Diajarkan Kebanyakan Penggiat Dinar….( Fiqh Muamalah )

Pernahkah kita mendengar perintah berilmu sebelum ke pasar? Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu berkata :

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”

atau perkataan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu berkata :

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.

Mereka ( penggiat dinar) jarang sekali memberikan edukasi fiqh muamalah yang komprehensif, kecuali yang berkaitan dengan pemahaman riba yang berkaitan dengan uang kertas ( catatan: apakah ada riba di uang kertas? bisa cek di artikel sebelumnya) selebihnya jika berkaitan dengan riba riba yang ada 73 jenis pintunya, mereka terkadang ambigu, mengatakan perang kepada riba tapi sistem mereka pun mengandung syubhat padahal sebaik baiknya orang yang berwara’ adalah meninggalkan hal yang meragukan bukan mencari pendalilan yang setuju dengan pendapat mereka.

Continue reading “Yang Tidak Diajarkan Kebanyakan Penggiat Dinar….( Fiqh Muamalah )”

Seandainya Dinar Seperti Bitcoin

Orang umumnya beli dinar terus disimpan atau dititipkan, pecahan dinar yang paling banyak ditemukan tentunya 1 dinar, jarang sekali melihat pecahan 2 dinar, 1,2 dinar hingga 1/4 dinar terlebih 1/10 dinar ( belum pernah ada) .

Kalaupun untuk sekedar menabung pecahan apapun tidak masalah, yang akan menjadi masalah adalah jika untuk digunakan dalam membeli suatu barang. 1 dinar jumlah yang sangat besar jika untuk berpindah tangan, misal anda ingin menukar dinar anda dengan produk tertentu tentunya sulit karena minimal nilainya harus sama. Dinar walaupun emas kan gak bisa dipotong, di sisi lain kita kenal bitcoin, bitcoin mudah dibagi hingga ke pecahan terkecil mereka yang disebut 1 satoshi = 1 Satoshi = 0.00000001 ฿ atau dalam rupiah 1 satoshi 0.7 rupiah, 1000 satoshi 700 rupiah.

Continue reading “Seandainya Dinar Seperti Bitcoin”