Yang Tidak Diajarkan Kebanyakan Penggiat Dinar….( Fiqh Muamalah )

Pernahkah kita mendengar perintah berilmu sebelum ke pasar? Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu berkata :

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”

atau perkataan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu berkata :

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.

Mereka ( penggiat dinar) jarang sekali memberikan edukasi fiqh muamalah yang komprehensif, kecuali yang berkaitan dengan pemahaman riba yang berkaitan dengan uang kertas ( catatan: apakah ada riba di uang kertas? bisa cek di artikel sebelumnya) selebihnya jika berkaitan dengan riba riba yang ada 73 jenis pintunya, mereka terkadang ambigu, mengatakan perang kepada riba tapi sistem mereka pun mengandung syubhat padahal sebaik baiknya orang yang berwara’ adalah meninggalkan hal yang meragukan bukan mencari pendalilan yang setuju dengan pendapat mereka.

Continue reading “Yang Tidak Diajarkan Kebanyakan Penggiat Dinar….( Fiqh Muamalah )”