Stok Dirham Tersedia

Untuk saat ini stok dirham tersedia:

  • 40 dirham Wakala Induk Nusantara ( 30 pecahan 1 , 5 pecahan 2 )
  • 3 dirham Islamic Mint Nusantara

Pembelian minimal 5 Dirham

ORDER / CARA PEMBELIAN :  02282602121

Bagaimana Hukum Paytren ?


Beberapa jawaban yang saya rangkum :

Konsultasi Syariah :
Hukum Paytren Bagian 1 
Hukum Paytren Bagian 2 
Hukum Paytren Bagian 3
– masih lanjut lagi ke bagian 4 ( cooming soon)

Muslim Moderat ( Website milik NU)
Muamalah Paytren Ustadz Yusuf Mansyur Haram

Rangkuman sederhana dari saya :
Jika seseorang mengikuti paytren maka sudah pasti bukan fasilitas ppob yang akan digunakan karena banyak sekali aplikasi ppob gratis dan banyak memberikan cashback. Hitungan materinya tentu merekrut downline sebanyak banyaknya dengan cara menyeimbangkan kaki kanan dan kaki kiri seingga mendapatkan komisi dan bonus jaringan.

Mari kita mengingat sikap Wara seorang muslim, untuk perkara syubhat saja dihindari apalagi perkara haram. Semoga Allah mudahkan kita mencari rezeki yang halal.

Dinar Riwayatmu Kini…. (2)

Kemarin kemarin website kami lupa diperpanjang.. Alhamdulillah sdh diperpanjang lagi.Kepikiran untuk tidak memperpanjang karena kesibukan di hal yang lain. Tapi sayang juga web ini sudah lama mengudara dengan berbagai macam kekurangannya :D.

Ok…Kami lanjutkan kemaren cerita cuap cuap tentang dinar.

Gak lanjut point ke 5 tapi ini himpunan cerita cerita seputar pertanyaan misalkan :

– Mengapa Dinar antam sebelum 2009 cetakan Wakala atau yg diedarkan Wakala tulisannya IMN dan setelahnya tertulis WIN , mengapa Gerai Dinar untuk dinar non kemasan hijau menerima yang tulisan IMN di sertifikat antamnya ?

– Mengapa dirham khamsa produksi Antam di Gerai Dinar diperjualbelikan yang tulisannya ada LBMA ?

– Mengapa ada dinar Gerai Dinar yang sertifikatnya putih itu ?

– Mengapa sesama penggiat Dinar saling boikot, baik itu IMN, WIN dan Gerai Dinar?

– Mengapa harga Khamsa itu 5 x harga dirham padahal cetaknya cuma 1 ( Ini sdh pernah dibahas juga )

Continue reading “Dinar Riwayatmu Kini…. (2)”

Dinar Riwayatmu Kini……(1)


Sudah lama tidak menulis artikel tentang dinar, karena memang kesibukan di usaha lain dan juga passion di dinar sudah tidak mengebu lagi. Adanya gesekan gesekan dalam penyikapan pemain pemain Dinar yang mungkin bisa jadi membuat dinar dan dirham hanya sebuah kenangan di masa akan datang.

Banyak yang berkata sekarang sudah tidak seantusias dulu, mungkin karena ada beberapa hal yang kita temukan mengapa orang tidak seauntusias dulu, kita coba bahas point dengan point dengan ditemani teh manis hangat.

Pertama, sdh dari awal pengenalan dinar terdistorsi mana yang pantas disosialisasikan penggunaan dinar, apa sebagai alternatif alat tukar atau sebagai investasi. Sebagai penggiat dinar mengajak ke dalam term investasi sebenarnya karena ada ikatan ‘primordialis’ bahwa Dinar dekat dengan Islam baik dari sejarah maupun penulusuran kitab kitab klasik sehingga mudah untuk menjual . Namun digarisbawahi bahwa ini menjadi sebuah ” pembenaran” untuk meng”kapitalis”kan dinar. Dinar sebagai investasi tdk lupa grafik ROI nya dari bulanan hingga tahunan. Mencari selisih harga jual dan harga beli, Dinar yang hanya menumpuk di pihak tertentu yang harga jual dan belinya pun sdh dimodifikasi supaya “untung” untuk penjual.

Dinar untuk muamalah itu sedikit sekali yg mau, biaya cetak mahal, ujung ujungnya pun sedikit yang mau bermuamalah dengan dinar karena mereka yg awal antusias pun kelamaan menjadi spt berjalan sendiri karena kurangnya partisipatif.

Continue reading “Dinar Riwayatmu Kini……(1)”