Sukuk, Bolehkah ? ( Pembahasan 1 )

Kemarin saya membaca artikel mengenai SUKUK di salah satu website yang menyebutkan kebolehannya dan diperbolehkan dengan diaplikasikan menggunakan akad Ijarah Muntahiya Bittamlik.

Pembahasan dibagi dua yaitu apa itu SUKUk dan apa itu Ijarah Muntahiya Bittamlik

Mari kita simak pendapat dari Dr Erwandi Tarmidzi mengenai SUKUK secara umum dan SUKUK secara khusus yaitu SUKUK Pemerintah

Sukuk berasal dari bahasa Arab bentuk jamak dari kata Shakk yang berarti surat berharga.

Secara terminologi AAOIFI mendefinisikan Sukuk dengan, “Beberapa lembar sertifikat dengan nilai sama yang mewakili bagian kepemilikan tidak tertentu atas barang, manfaat suatu barang, jasa atau kegiatan investasi tertentu.” (Al Ma’ayir as Syar’iyyah, hal 238.)

DSN menamakan surat berharga ini dengan istilah Obligasi Syariah.

Continue reading “Sukuk, Bolehkah ? ( Pembahasan 1 )”

Pajak Pajak Baru yang Dibebankan kepada Pembeli Emas

Ini obrolan saya dengan salah satu pedagang emas di jakarta, tentang adanya punggutan pajak pada emas batangan. Dalam kasus disini memang tidak dibebankan PPN ( biasanya 10 % ) dari harga jual.

Jumlah punggutan pajaknya mengacu pada :

1. PPH 22 0.9% atau 0.45% bagi customer yang memiliki npwp

2 . Nanti bukti potong PPH 22 bisa diminta customer untuk motong PPH 25 hanya berlaku kepada pembeli yang memiliki PKP bagi yang bukan PKP , bukti potong PPH 22 tidak bisa mengurangi PPH 25

Sepertinya terjadi juga pada dinar, karena penjual penjual dinar merupakan PKP setidaknya punggutan ini bakal dibebankan 0.9 % kepada pembeli.

Dinar sebenarnya kena PPN 10% , jika anda membeli ke antam akan dikenai PPN 10 % untuk pembelian dinar, karena dinar itu 22 K masih dianggap perhiasan.

Sedangkan emas batangan betul tidak ada PPN namun dikenai punggutan pajak PPH 22.

Semoga berguna informasinya

Cerita Lucu tentang Dinar ( BACA : PELAKU) ….. (1)

KASUS 1

A : Pak saya beli dinar dari bukan jaringan bapak, gimana cara jualnya ?
B : Setau saya sih gak akan diterima pak, minimal punya nota dari agennya, itu yang mereka minta ke agen agennya, tapi coba aja pak jual ke pusat.

Beberapa hari kemudian ,

A : Pak kemarin saya ke pusat , bisa kok malah gak pake nota dll, potongan spt biasa malahan
B : Yah alhamdulillah pak kalau begitu.. berarti apa yg diucap itu gak berlaku untuk dirinya sendiri :v

KASUS 2
A : Uang kertas itu riba, haram….. Sudah saatnya kembali ke Dinar dan Dirham
B : Terus kalau beli dinar antum kenapa terima uang kertas berarti akadnya gak sah dong, jual dinar pake dayn ( utang) yah harusnya mau terima pembayaran pake jeruk, jengkol, atau barang yg ada harga intrinsiknya…
A : Yah akhi ini kan akadnya akad Sharf bukan jual beli..
B : Antum tau gak Sharf juga jual beli, tukar beli barang jasa itu jual beli
A : ……………………..

Bersambung………