Dinar Riwayatmu Kini…. (2)

Kemarin kemarin website kami lupa diperpanjang.. Alhamdulillah sdh diperpanjang lagi.Kepikiran untuk tidak memperpanjang karena kesibukan di hal yang lain. Tapi sayang juga web ini sudah lama mengudara dengan berbagai macam kekurangannya :D.

Ok…Kami lanjutkan kemaren cerita cuap cuap tentang dinar.

Gak lanjut point ke 5 tapi ini himpunan cerita cerita seputar pertanyaan misalkan :

– Mengapa Dinar antam sebelum 2009 cetakan Wakala atau yg diedarkan Wakala tulisannya IMN dan setelahnya tertulis WIN , mengapa Gerai Dinar untuk dinar non kemasan hijau menerima yang tulisan IMN di sertifikat antamnya ?

– Mengapa dirham khamsa produksi Antam di Gerai Dinar diperjualbelikan yang tulisannya ada LBMA ?

– Mengapa ada dinar Gerai Dinar yang sertifikatnya putih itu ?

– Mengapa sesama penggiat Dinar saling boikot, baik itu IMN, WIN dan Gerai Dinar?

– Mengapa harga Khamsa itu 5 x harga dirham padahal cetaknya cuma 1 ( Ini sdh pernah dibahas juga )

Continue reading “Dinar Riwayatmu Kini…. (2)”

Dinar Riwayatmu Kini……(1)


Sudah lama tidak menulis artikel tentang dinar, karena memang kesibukan di usaha lain dan juga passion di dinar sudah tidak mengebu lagi. Adanya gesekan gesekan dalam penyikapan pemain pemain Dinar yang mungkin bisa jadi membuat dinar dan dirham hanya sebuah kenangan di masa akan datang.

Banyak yang berkata sekarang sudah tidak seantusias dulu, mungkin karena ada beberapa hal yang kita temukan mengapa orang tidak seauntusias dulu, kita coba bahas point dengan point dengan ditemani teh manis hangat.

Pertama, sdh dari awal pengenalan dinar terdistorsi mana yang pantas disosialisasikan penggunaan dinar, apa sebagai alternatif alat tukar atau sebagai investasi. Sebagai penggiat dinar mengajak ke dalam term investasi sebenarnya karena ada ikatan ‘primordialis’ bahwa Dinar dekat dengan Islam baik dari sejarah maupun penulusuran kitab kitab klasik sehingga mudah untuk menjual . Namun digarisbawahi bahwa ini menjadi sebuah ” pembenaran” untuk meng”kapitalis”kan dinar. Dinar sebagai investasi tdk lupa grafik ROI nya dari bulanan hingga tahunan. Mencari selisih harga jual dan harga beli, Dinar yang hanya menumpuk di pihak tertentu yang harga jual dan belinya pun sdh dimodifikasi supaya “untung” untuk penjual.

Dinar untuk muamalah itu sedikit sekali yg mau, biaya cetak mahal, ujung ujungnya pun sedikit yang mau bermuamalah dengan dinar karena mereka yg awal antusias pun kelamaan menjadi spt berjalan sendiri karena kurangnya partisipatif.

Continue reading “Dinar Riwayatmu Kini……(1)”

Mas Dino dan Ke’WARA’annya

Saya belum minta izin ke beliau tapi kalaupun izin sepertinya tidak diizinkan, karena beliau bukan tipe orang yang suka pujian, tp saya gak bisa menahan diri untuk memposting cerita ini :D. Maafkan saya.

Jadi awalnya di grup Pemasar Dinar kurang lebih ada dialog ( kurang lebih, sy cuma ingat intinya saja)seperti ini:

Mas Dino : ” Saya dikritik pembeli dinar mengapa jual belinya tidak hand to hand, karena jual beli dinar itu harus saat itu juga tunai dan tanpa ada penundaan walaupun itu itu hanya satu hari atau dalam hitungan jam

Kemudian Mas Dino memutuskan kepada kliennya untuk jual beli dengan syarat hand to hand, misal kirim dinar kemudian bayar saat itu, beliau tidak mau terima uang kemudian dinar dikirim, begitu juga bila ada buyback.

Continue reading “Mas Dino dan Ke’WARA’annya”

Uang Kertas Biang Krisis?

Ust. Muhammad  Arifin Badri

“Untuk memasarkan Dinar, para penggiat mata uang ini menjamin Dinar tidak akan mengalami inflasi. Padahal, tahukah Anda, sejarah membuktikan, pernah terjadi inflasi yang sangat parah di masa ketika masyarakat masih menggunakan Dinar dan Dirham

Saat ini umat manusia di belahan dunia mana pun dihantui makhluk mengerikan yang sebut inflasi. Harga-harga barang terus menerus meningkat dan di saat yang sama nilai tukar mata uang mereka tiada hentinya melemah. Kondisi ini tentu merusak kemakmuran hidup masyarakat, terlebih bila berkepanjangan.  Riset dan diskusi telah banyak dilakukan para pakar ekonomi, dan mereka juga telah mengusulkan solusi guna mengatasi kondisi ini. Walau demikian, hingga saat ini ekonomi masyarakat dunia terus memburuk akibat inflasi.

Mengapa Terjadi Inflasi?

Ditinjau dari penyebabnya, inflasi bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

Pertama, banjir uang yang merupakan alat transaksi di pasar sehingga mengakibatkan permintaan terhadap barang meningkat. Dan sebagai dampak logisnya nilai tukar uang terus merosot dan  turun. Banyak faktor yang mengawali terjadinya banjir likuiditas, di antaranya lemahnya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang. Spekulasi para pelaku ekonomi di sektor industri keuangan juga turut menyebabkan terjadinya ledakan jumlah uang di pasar.

Continue reading “Uang Kertas Biang Krisis?”