Yang Baru Ngeh…..Penting untuk Pencerahan

Saya sdh lama berkecimpung di dunia dinar dan walhamdulillah sudah tidak berafiliasi dengan provider dinar satu pun. Masih membekas di ingatan saya bahwasanya dulu saya sering membela penggunaan dinar dan dirham, tapi sekarang justru prihatin dengan apa yang nampak terjadi ( jadi saya ikut bersalah, hiks ) . Apa saja itu? Eta terangkanlah 🙂

MISAL…..

– Jual beli dinar seringkali meremehkan akad jual beli tunai, biasanya tertunda , ada yang beralasan yang penting niat. Padahal Islam memberikan batasan tentunya ada kebaikan di dalamnya. Penggiat dinar malah ada yang berkata : ” Kalau jual gak bisa online, gimana mau tersebar” besok besoknya ketika dinar lesuh dia berkata : ” Susah jual dinar, dilibas emas batangan, mana ada butik ANTAM tiap kota”. Mereka lupa bahwa Zuhud adalah meninggalkan yang samar.

– Menjual dinar yang belum ada wujudnya, dulu di tahun 2012 banyak order dinar, dan salah satu penggiat dinar terus menerima pesanan dalam bentuk akun pool walaupun realnya masih emas batangan, saya sampai skrg pun berasumsi jika akun pool itu isinya bukan dinar semua tapi ada emas batangan. Mengapa emas batangan? LEBIH LIKUID jawabannya.. jadi sebenarnya yg terlihat spt jual beli dinar yang realnya sih perputaran uang atau emas batangan dan dinarnya di awang awang.

Continue reading “Yang Baru Ngeh…..Penting untuk Pencerahan”

Ketika Dinar dan Dirham Harganya ( Baca : Buyback) Bergantung Kuitansi ????

Kemarin kemarin ada yg meminta kuitansi untuk pembelian dirham yang tidak saya penuhi karena alasannya untuk buyback harus ada kuitansi, nah disini tentunya merugikan pembeli karena dinar dan dirham jika ada apa apa harus pakai kuitansi spt dibuyback.

Padahal kalau mau jujur, dirham khususnya khamsa yg diterima adalah kemasan antam yang ada tulisan LBMA, dan informasi ini pun tidak banyak diketahui pengguna dinar dan dirham.

Padahal kalau mau jujur pun gak perlu pakai kuitansi karena pernah saya ulas di artikel lain bagaimana mereka penggiat dinar mensosialisasikan dinar kepada agennya spy jual beli harus divalidasi dengan kuitansi sedangkan pengalaman saya ada yg saya sarankan jual langsung ke pusat dan itu diterima tanpa ada kuitansi dan itu pun tidak beli dari saya.

Memang dinar telah kehilangan universalitasnya walaupun dibumbui wewangian atas nama Islam seperti sejarah Dinar dalam Islam tapi pada prakteknya malah menjadi produk terbatas, mau dijual ke sesama agen saja harus ada kuitansi, harus ada jaminan buyback, padahal perdagangan emas batangan gk ada spt ini sehingga secara alamiah jual beli pun berjalan atas dasar suply dan demand.

Gak ada cerita susah jual emas batangan karena memang tidak dibuat pembatasan sedangan di dinar kita banyak mendapatkan pembatasan. Salah ? Gak juga cuma ke depannya akan susah bersaing kecuali market yg memang fanatik terhadap dinar karena keterkaitan dengan Islam, walaupun dalam Islam tidak ada penjabaran yg memuliakan masalah dunia apalagi masalah DINAR.

Yang sdh punya dinar gimana? Yah simpan saja , karena apapun bentuknya emas batangan, perhiasan, dinar adalah tabungan untuk jangka panjang. Kalau cuma sekedar dapat selisih investasi yah baiknya dicari instrumen lainnya.

Pajak Pajak Baru yang Dibebankan kepada Pembeli Emas

Ini obrolan saya dengan salah satu pedagang emas di jakarta, tentang adanya punggutan pajak pada emas batangan. Dalam kasus disini memang tidak dibebankan PPN ( biasanya 10 % ) dari harga jual.

Jumlah punggutan pajaknya mengacu pada :

1. PPH 22 0.9% atau 0.45% bagi customer yang memiliki npwp

2 . Nanti bukti potong PPH 22 bisa diminta customer untuk motong PPH 25 hanya berlaku kepada pembeli yang memiliki PKP bagi yang bukan PKP , bukti potong PPH 22 tidak bisa mengurangi PPH 25

Sepertinya terjadi juga pada dinar, karena penjual penjual dinar merupakan PKP setidaknya punggutan ini bakal dibebankan 0.9 % kepada pembeli.

Dinar sebenarnya kena PPN 10% , jika anda membeli ke antam akan dikenai PPN 10 % untuk pembelian dinar, karena dinar itu 22 K masih dianggap perhiasan.

Sedangkan emas batangan betul tidak ada PPN namun dikenai punggutan pajak PPH 22.

Semoga berguna informasinya

Cerita Lucu tentang Dinar ( BACA : PELAKU) ….. (1)

KASUS 1

A : Pak saya beli dinar dari bukan jaringan bapak, gimana cara jualnya ?
B : Setau saya sih gak akan diterima pak, minimal punya nota dari agennya, itu yang mereka minta ke agen agennya, tapi coba aja pak jual ke pusat.

Beberapa hari kemudian ,

A : Pak kemarin saya ke pusat , bisa kok malah gak pake nota dll, potongan spt biasa malahan
B : Yah alhamdulillah pak kalau begitu.. berarti apa yg diucap itu gak berlaku untuk dirinya sendiri :v

KASUS 2
A : Uang kertas itu riba, haram….. Sudah saatnya kembali ke Dinar dan Dirham
B : Terus kalau beli dinar antum kenapa terima uang kertas berarti akadnya gak sah dong, jual dinar pake dayn ( utang) yah harusnya mau terima pembayaran pake jeruk, jengkol, atau barang yg ada harga intrinsiknya…
A : Yah akhi ini kan akadnya akad Sharf bukan jual beli..
B : Antum tau gak Sharf juga jual beli, tukar beli barang jasa itu jual beli
A : ……………………..

Bersambung………