NEXT PROJECT – GRAFIK DINAR – EMAS

Proyek kecil kecilan kok…. cuma bikin grafik emas, dinar 22 K 4.25 gram, dinar 24 K 4.25 gram, dinar 24 K , 4.44 gram, harga dinar gerai dinar, wakala, dan IMN .Jadi cuma membuat 7 kurva harga dinar secara real time dan data itu tetap ada, bisa dilihat kapan saja. Yang menjadi acuan adalah harga emas dunia ( SPOT) , kurs USD/IDR dan harga dr setiap suplier. Belum termasuk biaya cetak, ppn dan lain lain kalau ada. Jadi formulanya tidak diubah ubah, apa adanya. Atau bisa jadi pedoman harga buyback, atau mau menjual dinarnya. Berapa sih nilainya?

Biasanya dinar 22 K di pasaran akan lebih rendah dari hitungan di real grafik dibanding produk 24 K lainnya, ini salah satunya kekurangan dinar, selain ada ppn juga menjadi beban harga jika produksi dinar yang baru, serta biaya cetak yg tinggi . Sebagai informasi yang sampai ke saya dari pedagang emas batangan retail bahwa harga cetak antam tinggi, sedangkan harga retail emas batangan antam lebih rendah dibanding retailer lainnya , mungkin ini sebagai strategi bisnis antam dalam penjualan retail.

Continue reading “NEXT PROJECT – GRAFIK DINAR – EMAS”

Memakan Satu Dirham dari Hasil Riba …

Saya ambil salah satu artikel tentang riba yang ditulis oleh ustadz Muhammad Abdul Tuasikal, insya Allah bagus sekali artikel ini, beliau concern di fiqh muamalah, ilmu yang harus kita miliki selain tentunya fiqh ibadah yang sudah didapat dari kecil. Langsung aja yah permisah

Di akhir zaman sekarang ini, telah nampak praktek riba tersebar di mana-mana. Dalam ruang lingkup masyarakat yang kecil hingga tataran negara, praktek ini begitu merebak baik di perbankan, lembaga perkreditan, bahkan sampai yang kecil-kecilan semacam dalam arisan warga. Entah mungkin kaum muslimin tidak mengetahui hakekat dan bentuk riba. Mungkin pula mereka tidak mengetahui bahayanya. Apalagi di akhir zaman seperti ini, orang-orang begitu tergila-gila dengan harta sehingga tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Sungguh, benarlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” (HR. Bukhari no. 2083)

Continue reading “Memakan Satu Dirham dari Hasil Riba …”

Mengapa Harga Khamsa itu Tidak Harus 5 x Harga Dirham?


Dari dulu saya sebenarnya ada unek unek kenapa harga khamsa itu 5 x harga dirham padahal kl dilihat komponen cetaknya cuma satu kali..

Cekidot —

– Harga Perak Pasar Spot itu 16 USD/OZ Troy sekitar 7000 rupiah, tapi di pasaran kurang lebih 10.000 per gram

– Biaya Cetak dirham ambil saja asumsinya 30.000 – 90.000

– Untuk mencetak dirham maka terlalu mahal dengan harga jual yang dipatok cuma 70 ribu, yah ada untung tapi tipis setipis bulu 🙂 , sedangkan untuk khamsa jika harga jual 350.000, HPP itu di 180.000 – 240.000

Continue reading “Mengapa Harga Khamsa itu Tidak Harus 5 x Harga Dirham?”

Yang Tidak Diajarkan Kebanyakan Penggiat Dinar….( Fiqh Muamalah )

Pernahkah kita mendengar perintah berilmu sebelum ke pasar? Umar bin Khattab Radhiallahu’anhu berkata :

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”

atau perkataan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu berkata :

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.

Mereka ( penggiat dinar) jarang sekali memberikan edukasi fiqh muamalah yang komprehensif, kecuali yang berkaitan dengan pemahaman riba yang berkaitan dengan uang kertas ( catatan: apakah ada riba di uang kertas? bisa cek di artikel sebelumnya) selebihnya jika berkaitan dengan riba riba yang ada 73 jenis pintunya, mereka terkadang ambigu, mengatakan perang kepada riba tapi sistem mereka pun mengandung syubhat padahal sebaik baiknya orang yang berwara’ adalah meninggalkan hal yang meragukan bukan mencari pendalilan yang setuju dengan pendapat mereka.

Continue reading “Yang Tidak Diajarkan Kebanyakan Penggiat Dinar….( Fiqh Muamalah )”