Mereka pun ( mungkin) Bosan dengan Dinar

Bedah Perbedaan Property Syariah Cicilan Langsung ke Developer
November 6, 2017
The AAOIFI Shari’ah Standar No.57 Gold and Its Trading Parameters in Shari’ah
December 18, 2017

Mereka pun ( mungkin) Bosan dengan Dinar


Ketika anda melihat website wakalanusantara.com maka tampilan webnya sudah expire, kalau lihat geraidinar.com kita lihat banyak bahas perkebunan, pembahasan dinar mungkin hanya mewakili sebagian artikel , bagaimana dengan dinar first, mereka fokus ke dinar, walaupun gak sering update ( atau sayanya jarang berkunjung).

Saya condong ke cara kerja dinarfirst ada wakaf cetak dirham dan harganya pun memang bukan buat cari untung dinar 4.44 gram di 2.192.000 , dirham di 40.000 daniq di 9.000, walaupun saya berbeda pendapat dengan mereka soal keharaman uang kertas. Tapi tetap diapresiasi, adanya wakaf cetak dinar dan dirham walaupun gaungnya gak terdengar. Wakala juga sering mengadakan festival jual beli dengan dinar dan dirham ( saya lupa namanya, FHP kl gak salah) ada jual beli pake dirham, walau saya sendiri kl pake dirham itu overpriced jika dipatok daya belinya 70 ribu, tp btw kita apresiasikan walaupun saya beda pendapat juga dengan mereka.

Berbeda gak perlu mencela kan, kritik juga disampaikan baik baik walaupun bisa jadi penerimaan mereka berbeda.

Trus mengapa mereka tidak segiat dulu kala? Euforianya sudah lewat ? Atau memang sudah tidak menguntungkan? Bisa jadi tapi mari kita bahas pentingnya support dari komunitas dan penggiat dinar lainnya. Kita melihat yah cuma 3 provider dinar di Indonesia, yang terlihat gaungnya ( dulu) , namun mereka berjalan sendiri sendiri, bedanya bukan sudah seperti perbedaan mazhab tapi sudah mengarah ke perbedaan prinsipil ( sebut saja akidah), ada dinar bajakan, dinar dinar tidak diakui dan lainnya.

Seperti mainan orang disini untuk meributkan masalah khilafiyah, sholat saat tasyahud akhir apa digerakkan atau tidak? sholat tarawih itu 11 atau 23 rokaat ?

Saya sendiri melihat perpecahan dan pertengkaran mereka begitu sengitnya.. tapi sepertinya lama kelamaan mereka sendiri bosan ( baca lelah ), bosan urusi pertengkaran, bosan urusin dinar dan dirham, urusin cuma sekadarnya.. Awalnya gontok gontokan akhirnya bosan juga karena dinar dah gak serame dulu.

Mungkin banyak yg menyanggah pendapat saya, yah gpp , bebas lah , ini cuma tulisan orang awam yg bisa salah.

Tapi saya ambil kejadian yg agak membingungkan juga bahwa sosialisasi dinar tidak seliniear dengan pemahaman fiqh muamalah loh, banyak teman saya yg gak paham apa itu riba nasi’ah , kenapa jual beli emas itu harus tunai dan tidak tertunda, walhasil memang cara instan menggaet pengguna dinar itu dengan embel investasi, tapi hasilnya menyakitkan, kita gak paham akad akad muamalah yg syar’i , yang tertanam bagaimana melindungi harta dengan dinar, dan seterusnya ujung ujungnya soal duniawi dan seterusnya.

Akhirnya saya pun bosan :), mending kita bahas Fiqh Muamalah , belajar sedikit demi sedikit , ada akad batil yah tinggalkan saja, nanti ada gantinya juga toh.

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Mengapa Harga Emas Turun Sejak 12 April 2013 Hal Ini Dimulai pada Hari Jumat lalu (12/04/2013) harga Emas dan perak terpukul pada level terendah sejak Juli 2011.  - Sehingga membuat banyak orang ...
Program Investasi Dunia – Akhirat ( DINAR PR... Program Investasi Dunia - Akhirat ( DINAR PRO) Bismillah, jika awal awal saya menawarkan program dinar pro untuk memproduktifkan dinar yang dimiliki ...
Yang Baru Ngeh…..Penting untuk Pencerahan Saya sdh lama berkecimpung di dunia dinar dan walhamdulillah sudah tidak berafiliasi dengan provider dinar satu pun. Masih membekas di ingatan saya ba...
Uji Keaslian dan Kadar Dinar dan Emas Anda Untuk Mengetahui Keaslian dan Kadar Dinar dan Emas anda, sebaiknya membaca artikel di bawah, kemudian dicoba dengan menggunakan aplikasi kalkulator di...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *