Mereka pun ( mungkin) Bosan dengan Dinar

Bedah Perbedaan Property Syariah Cicilan Langsung ke Developer
November 6, 2017

Mereka pun ( mungkin) Bosan dengan Dinar


Ketika anda melihat website wakalanusantara.com maka tampilan webnya sudah expire, kalau lihat geraidinar.com kita lihat banyak bahas perkebunan, pembahasan dinar mungkin hanya mewakili sebagian artikel , bagaimana dengan dinar first, mereka fokus ke dinar, walaupun gak sering update ( atau sayanya jarang berkunjung).

Saya condong ke cara kerja dinarfirst ada wakaf cetak dirham dan harganya pun memang bukan buat cari untung dinar 4.44 gram di 2.192.000 , dirham di 40.000 daniq di 9.000, walaupun saya berbeda pendapat dengan mereka soal keharaman uang kertas. Tapi tetap diapresiasi, adanya wakaf cetak dinar dan dirham walaupun gaungnya gak terdengar. Wakala juga sering mengadakan festival jual beli dengan dinar dan dirham ( saya lupa namanya, FHP kl gak salah) ada jual beli pake dirham, walau saya sendiri kl pake dirham itu overpriced jika dipatok daya belinya 70 ribu, tp btw kita apresiasikan walaupun saya beda pendapat juga dengan mereka.

Berbeda gak perlu mencela kan, kritik juga disampaikan baik baik walaupun bisa jadi penerimaan mereka berbeda.

Trus mengapa mereka tidak segiat dulu kala? Euforianya sudah lewat ? Atau memang sudah tidak menguntungkan? Bisa jadi tapi mari kita bahas pentingnya support dari komunitas dan penggiat dinar lainnya. Kita melihat yah cuma 3 provider dinar di Indonesia, yang terlihat gaungnya ( dulu) , namun mereka berjalan sendiri sendiri, bedanya bukan sudah seperti perbedaan mazhab tapi sudah mengarah ke perbedaan prinsipil ( sebut saja akidah), ada dinar bajakan, dinar dinar tidak diakui dan lainnya.

Seperti mainan orang disini untuk meributkan masalah khilafiyah, sholat saat tasyahud akhir apa digerakkan atau tidak? sholat tarawih itu 11 atau 23 rokaat ?

Saya sendiri melihat perpecahan dan pertengkaran mereka begitu sengitnya.. tapi sepertinya lama kelamaan mereka sendiri bosan ( baca lelah ), bosan urusi pertengkaran, bosan urusin dinar dan dirham, urusin cuma sekadarnya.. Awalnya gontok gontokan akhirnya bosan juga karena dinar dah gak serame dulu.

Mungkin banyak yg menyanggah pendapat saya, yah gpp , bebas lah , ini cuma tulisan orang awam yg bisa salah.

Tapi saya ambil kejadian yg agak membingungkan juga bahwa sosialisasi dinar tidak seliniear dengan pemahaman fiqh muamalah loh, banyak teman saya yg gak paham apa itu riba nasi’ah , kenapa jual beli emas itu harus tunai dan tidak tertunda, walhasil memang cara instan menggaet pengguna dinar itu dengan embel investasi, tapi hasilnya menyakitkan, kita gak paham akad akad muamalah yg syar’i , yang tertanam bagaimana melindungi harta dengan dinar, dan seterusnya ujung ujungnya soal duniawi dan seterusnya.

Akhirnya saya pun bosan :), mending kita bahas Fiqh Muamalah , belajar sedikit demi sedikit , ada akad batil yah tinggalkan saja, nanti ada gantinya juga toh.

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Mending Beli Emas Batangan atau Dinar ? Dalam penilaian objektif saya sebagai pengguna dan memperlihatkan realita maka sebaiknya kita jika ingin berinvestasi ( dapat return dari harga ju...
DINAR SUBSIDI DAN DINAR PREMIUM SERTA FIRST TRAVEL   Adakah kaitan First Travel dengan Dinar? Ada banget, mungkin kita semua belum paham, tapi saya yang sering memperhatikan harga dinar paham m...
Hukum Membeli Emas Di Pegadaian Mimpi ngobrol dengan ustadz Abduh , diskusi tentang beli emas di pegadaian, yg bisa dimulai 0.01 gram tapi baru bs diambi emasnya kalau sdh 5 gram. ...
Dinar Untuk Perencanaan Haji : Lebih Murah, Lebih ... Ibadah haji dari waktu ke waktu punya tantangannya sendiri, tidak mudah, berat dan mahal.  Bila pada zaman kakek nenek dahulu tantangannya adalah...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *