Mas Dino dan Ke’WARA’annya
January 12, 2017
Dinar Riwayatmu Kini…. (2)
March 30, 2017

Dinar Riwayatmu Kini……(1)


Sudah lama tidak menulis artikel tentang dinar, karena memang kesibukan di usaha lain dan juga passion di dinar sudah tidak mengebu lagi. Adanya gesekan gesekan dalam penyikapan pemain pemain Dinar yang mungkin bisa jadi membuat dinar dan dirham hanya sebuah kenangan di masa akan datang.

Banyak yang berkata sekarang sudah tidak seantusias dulu, mungkin karena ada beberapa hal yang kita temukan mengapa orang tidak seauntusias dulu, kita coba bahas point dengan point dengan ditemani teh manis hangat.

Pertama, sdh dari awal pengenalan dinar terdistorsi mana yang pantas disosialisasikan penggunaan dinar, apa sebagai alternatif alat tukar atau sebagai investasi. Sebagai penggiat dinar mengajak ke dalam term investasi sebenarnya karena ada ikatan ‘primordialis’ bahwa Dinar dekat dengan Islam baik dari sejarah maupun penulusuran kitab kitab klasik sehingga mudah untuk menjual . Namun digarisbawahi bahwa ini menjadi sebuah ” pembenaran” untuk meng”kapitalis”kan dinar. Dinar sebagai investasi tdk lupa grafik ROI nya dari bulanan hingga tahunan. Mencari selisih harga jual dan harga beli, Dinar yang hanya menumpuk di pihak tertentu yang harga jual dan belinya pun sdh dimodifikasi supaya “untung” untuk penjual.

Dinar untuk muamalah itu sedikit sekali yg mau, biaya cetak mahal, ujung ujungnya pun sedikit yang mau bermuamalah dengan dinar karena mereka yg awal antusias pun kelamaan menjadi spt berjalan sendiri karena kurangnya partisipatif.

Kedua, rezim 4 % margin jual beli itu menurut saya sebuah ilusi serta yg namanya jaminan buyback. Jaminan buyback mengesankan sebenarnya harga di pasaran lebih rendah. Namun realitanya dealer dinar itu memang bisa menurunkan harga dinar di bawah harga emas rilnya atau bisa menaikkan sangat tinggi jika permintaan banyak. Idealnya Dinar itu memang 24 K, karena dengan dinar 24 K bebas pajak dan penerimaannya lebih baik di masyarakat. Jika dikaitkan dengan durability maka itu adalah hal yg naif jika ada dealer yang giat jual dinar untuk investasi dibanding untuk muamalah karena dinar untuk investasi gak berputar dari tangan ke tangan jadi apa yg mau dibahas tentang durability nya?

Ketiga, ambigu dalam term RIBA, di satu sisi menyerang riba namun di satu sisi mereka pun tidak wara dengan anti ribanya. Jadi pendapat riba dan tidak ribanya adalah mencari sisi pendalilan yang mereka sepakati . Gerakan anti riba hanya mendukung program mereka, gerakan syirkah hanya mendukung program mereka. Intisari penggunaan dinar yg harusnya memahamkan org kepada fiqh muamalah hakiki diganti dengan hidangan persentasi imbal balik yg sdh ditentukan persentasenya secara fix di awal terhadap modal. Dan itu memang terjadi.

Keempat, minimnya partisipasi , mengingatkan saya kepada digital currency bitcoin, Saya tidak membicarakan harganya, namun tertarik bagaimana mata uang digital ini banyak sekali partisipasi, developer, pengguna baik pribadi atau e-commerce, bagaimana mereka membuat konsensus bersama yg berharga untuk pengembangan bitcoin ke depannya. Yang terjadi di dinar adalah masalah ego, satu merasa paling benar, satu menyalahkan, satu diam yang penting untung dan berbagai kepenting yg ujung ujungnya masalah dunia juga sih.

Bersambung Insya Allah , seputar konspirasi uang kertas, benchmarking dengan produk sejenis

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Cara Membersihkan Perak Bila kita memiliki dirham atau koin perak lainnya, tentunya sebagian dari kita mengalami dirham kita menjadi lebih kusam, ada noda noda hitam di permu...
Ketika Dinar dan Dirham Harganya ( Baca : Buyback)... Kemarin kemarin ada yg meminta kuitansi untuk pembelian dirham yang tidak saya penuhi karena alasannya untuk buyback harus ada kuitansi, nah disini ...
Dinar dan Dirham : Risk and Return… Dinar dan Dirham adalah ibarat sejoli yang hidup berdampingan dalam system mata uang Islam. Bila di situs ini tulisan saya selama ini masih lebih f...
Uang Ideal = Perfect Money Semua menginginkan memiliki uang yang ideal, ideal disini uang tersebut selain sebagai alat mengukur kekayaan juga terjaga nilainya sepanjang masa. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *