Telaah Hadits Tentang Dinar Dirham

Pernah mendengar hadits tentang Dinar,  tepatnya bunyi haditsnya adalah :

Akan datang suatu masa pada umat manusia, dimana saat itu tidak berguna selain uang emas (Dinar) dan uang perak (Dirham) .” (HR. Ahmad).

atau

Akan datang suatu masa pada umat manusia, dimana pada saat itu orang yang tidak memiliki kuning (emas) dan putih (perak), dia tidak disusahkan oleh kehidupan.” (HR. ath-Thabarani)

?

Hadits yang dibawakan oleh penggiat penggiat dinar untuk menyerukan meninggalkan uang kertas atau supaya beralih ke dinar dirham. Mereka membawakan hadits ini berdasarkan terjemahan tanpa memahami rinciannya dan  status hadits hadits tersebut, sama halnya dengan hadits 9 dari 10 perniagaan.

Benarkah maksud hadits tersebut bahwa di masa akan datang tidak ada yang berguna selain dinar dirham? kesannya mencari cari dalil pembenaran, dari segi matannya pun jika mengikuti terjemahan maka timbul pertanyaan, apakah keimanan seseorang pada jaman itu sudah tidak ada lagi harganya?

Bagaimana bila disuguhi dalil tentang dinar dirham juga spt di bawah ini :

Celakalah orang yang diperbudak oleh uang emas-perak (Dinar-Dirham).”

tentu mereka akan menyembunyikan dalil ini, karena apa yang ada di benak mereka dinar dirham tidak mungkin merusak atau memberikan mudhorot,  apa yang ada di benak mereka Dinar Dirham adalah tujuan, sehingga terbelenggu kepada hasil akhir apakah dinar dirham sudah dipegang oleh semua muslim , dan lupa hakikat sarana, yang seharusnya siapapun pemilik dinar dirham jangan sampai dilupakan oleh masalah duniawi saja, dinar menghantarkan kebaikan jika misalkan disedekahkan, dibelanjakan di jalan Allah, digunakan membantu ekonomi umat, diputarkan di ekonomi umat dsb ( catatan : bukan segelintir orang atau komunitas)

Sedangkan untuk permasalahan syarahnya kemudian sanadnya saya belum menemukan artikel yang merajihkan hadits hadits di atas sehingga bagaimana pun perlu ada kajian mendalam sehingga makna yang dimaksud adalah benar.

Dan sebenarnya pun dalam dinar dirham ada riba jika kita bertransaksi menggunakan akad akad tertentu, yang tentunya ini tidak pernah dibahas dan disosialisasikan penggiat dinar manapun dan ini kesannya tidak mereka gunakan karena nanti cenderung menghambat persebaran dinar dan dirham.

Karena itu wajib bersikap wara, hati hati menyebutkan sebuah hadits, jangan sampai nanti kita dicap berdusta atas nama Rasulullah.

Johan T Lukman

 

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Dinarku – Mana Dinarmu ?   Dinar dulu digunakan sebagai mata uang , walau saat ini bukan sebagai mata uang ( legal tender) tp dinar tetaplah uang menurut saya. Dinar is Ultim...
DINAR 22 K ATAU 24 K ? Sebelumnya saya sdh keliling keliling website mulai dari website milik pak Zaim dan juga milik Dinar First yang menerbitkan Dinar terbaru 24 K, sila...
Dinar Dalam Pecahan Kecil, Mengapa Tidak…?     Sebenarnya Dinar dalam satuan kecil seperti ¼ Dinar; ½ Dinar dlsb. bukan tidak mungkin diproduksi, hanya saja biaya produksinya men...
Buyback Dinar Selain GeraiDinar Bagi yang memiliki Dinar dari Wakala Induk Nusantara dengan cetakan logam mulia, baik yang pecahan ¼ – 2 Dinar dapat menjual kepada kami dengan rincia...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *