Quo Vadis Dinar dan Dirham ? Belajar dr Sebuah Komunitas Dinar

Quo Vadis Dinar dan Dirham ? Belajar dr Sebuah Komunitas Dinar

Saya akan menceritakan bagaimana teman saya mengedukasi pengguna Dinar dan sampai sekarang malah semakin bertambah  jumlah pengguna dinar di komunitasnya , di saat orang banyak melepas dinarnya. Malahan di dalam komunitasnya yang namanya buyback belum pernah ada ( komunitas mereka tdk pernah melakukan buyback kepada saya). Nanti saya benchmarking dengan kondisi yang terjadi selama ini.

Penyebaran Dinar berbasis Komunitas , ini mengapa saya tidak melihat dinar mereka kembali lagi ke penjualnya, sehingga perputaran dinar berada di dalam komunitas mereka. Saya tidak tau apa mereka menjual ke sesama atau bagaimana namun kalau saya tidak pernah menerima buyback dinar dari mereka maka dinar mereka berputar di antara mereka. 

Dinar bukan untuk Investasi !!, saya tidak bisa mencela mereka yang menggunakan dinar sebagai investasi namun belajar dari komunitas ini mau gak mau jadi pembelajaran berharga. Komunitas ini membeli dinar bukan karena kelebihan uang, kemudian disimpan dengan berharap tahun depan harganya naik, Bukan itu.. mereka adalah penabung, mereka ingin sebuah cara menabung yang smart yang mereka dalam bentuk dinar dan satu yang harus ditekankan ternyata mereka simpan dinar itu tidak dari dinar antam saja, dinar wakala ada, dinar imn ada. Tapi saya nilai yah itu yang benar dan mengapa harus ada sekat penerimaan bahwa dinar dari si A lebih bagus dari si B ? padahal itu dinar dinar juga. 

Fakta di lapangan yg terjadi malah sebaliknya kan , dinar digunakan investasi dan dinar hanya berputar di antara pembeli dan agen, itu seperti orang berjual asuransi kan, kl mau klaim yang ke asuransi tempat dia membeli, betul kan? tp saya tidak bisa menyalahkan karena itu hal yang wajar. 

Bagaimana dengan Dirham ? Yah sama saja pada kenyataan banyak hal yang aneh bin ajaib dalam harga dirham. Contoh harga 1 khamsa adalah 5 kali harga dirham, sehingga nilai intrinsiknya pun jomplang. Ambil asumsi 1 khamsa adalah 15 gram ( harga perak 10.000 per gram dan biaya cetak misal 50.000 / gram) 1 khamsa nilainya 200.00. Karena itu sewajarnya harga dirham adalah 40.000. Tapi siapa yang mau menanggung biaya cetak 10.000 padahal di biaya cetak dirham bisa sampai  setengah harga dirham? Jadi pada saat ini saya anggap dirham hanya melengkapi dinar. Kita bandingkan dengan 1 0z ( 31, 11 gram) koin perak import kalau dibeli kurang lebih 450.000 an, sedangkan membeli 2 khamsa ( 30 gram an) seharga 600.000. 

Terus bagaimana ke depannya penggunaan Dinar dan Dirham ? Yang namanya kekurangan bukan lantas solusinya mencari kambing hitam, solusi dimulai dari diri kita sendiri, kemudian keluarga kemudian ke lingkungan lebih luas. Setiap perbaikan baik itu kecil akan menjadi besar di mata Allah, insya Allah jika menggunakan dinar dan dirham dengan tujuan yang baik dan mubah maka itu menjadi baik seterusnya namun jika dinar digunakan hanya untuk spekulasi, menumpuk harta, menunjukkan status kekayaan seseorang maka itu tidaklah menjadi baik, karena bagi Allah dunia tidaklah lebih baik dari satu sayap nyamuk.

Semoga bermanfaat,….Insya Allah berkelanjutan…

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Persepsi Keliru Mengenai Dinar dan Dirham (III) Bo... Pada saat ini kita sering melihat begitu banyak intitusi perbankan syariah atau lembaga lembaga keuangan syariah lainnya menawarkan produk cicil ema...
DINAR 22 K ATAU 24 K ? Sebelumnya saya sdh keliling keliling website mulai dari website milik pak Zaim dan juga milik Dinar First yang menerbitkan Dinar terbaru 24 K, sila...
Harga Dinar Dari Tahun ke Tahun  Data dari tahun 2000 hingga 2010 ** tahun 2010 berdasarkan data tanggal 13 Desember 2010, bukan harga rata rata pada tahun 2010
Yang Tidak Diajarkan Kebanyakan Penggiat DinarR... Pernahkah kita mendengar perintah berilmu sebelum ke pasar? Umar bin Khattab Radhiallahu'anhu berkata : لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِه...