Urgensi Penetapan Kadar Dinar

Dinar yang beredar saat ini mulai beraneka ragam jenis dan spesifikasinya , saya sebutkan satu satu , ada dinar dengan berat 4.25 gram 22 K — paling banyak diedarkan, 4.25 gram 24 K, ;   4,25 gram dengan kadar 23 , kode puritynya 990  ; 4.41 gram dengan kadar 24 K.

Permasalahan yang terjadi adalah ada sekelompok pengedar dinar dan dirham dengan atas nama otoritas dan mengatasnamakan amir kaum muslim menetapkan bahwa dinar dengan spesifikasi merekalah adalah dinar yang sesuai secara syar’i atau tepatnya sesuai tuntunan Rasulullah. Dan sebagian lain menafikkan yang lain dengan tuduhan  dinar bajakan, menyalahi nash nash yang ada, pelaku dinar yang menyimpang dan lain sebagainya.

Mereka menetapkan permasalahan Dinar adalah permasalahan utama sehingga salah satu amir mereka mengatakan bahwa Dinar adalah satu satunya solusi kembali kepada Syariah islam. Saya tidak tau apakah yg mengutip ucapan amir tersebut salah mengutip atau bisa saja amir tersebut tidak menyadari kekeliruannya.

Sikap menengah yang saya tempuh adalah dinar adalah sarana mewujudkan ekonomi sesuai syariah Islam, dia bukanlan tujuan dan hanyalah sarana. Sebagai sarana maka dia dapat menjadi baik jika ditujukan untuk kebaikan dan bisa menjadi buruk jika digunakan tidak baik, sama halnya dengan pisau, dia bisa bisa membunuh orang lain tapi bisa juga membunuh dirinya sendiri.

Mengenai takaran dinar semua pihak telah berijtihad begitu pula ulama ulama mereka berijtihad mengenai nishab zakat ( dikaitkan karena memang nishab zakat harta dikaitkan dengan emas)  dan ternyata memang ada perbedaan. Penyikapan saya bahwasanya dinar bukanlah masalah prinsip dalam Dien ini, sehingga ketika ada perbedaan dalam masalah ini maka sikap tenggang rasa yang harus ditumbuhkan, bukan dengan saling mencela dan mengklaim.

Para ulama pun berbeda pendapat mengenai nishab zakat, ada yang mengatakan 85 gram atau 70 gram, ada yang menyebutkan 22 K dan ada yang menyebutkan 24 K dan tidak ada satupun ulama yang mencela di antara mereka, dan sebagai nasihat untuk mengambil takaran nishab yang rendah sebagai  bentuk kehati hatian.

Jadi ketika ada berbagai macam takaran kemudian ada perbedaan furu dalam hal ini, maka sikap kita menghormati perbedaan. Anda pernah mendengarkan perbedaan orang yang tarawih dengan 11 rakaat dan 23 rakaat, nah permasalahannya adalah bukan rokaatnya tapi justru yang tidak menunaikan tarawih, begitu juga dinar, dinar darimanapun dan nishab zakatnya berbeda tidak seharusnya dipermasalahkan, yang dipermasalahkan adalah yang tidak menunaikan ibadah zakat, right ?

Penetapan takaran dinar adalah sesuatu yang urgen dengan menetapkan berdasarkan nash nash yang ada, jikalaupun ada perbedaan maka itu disikapi dengan arif.

Wallahu alam

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Buyback Dinar Selain GeraiDinar Bagi yang memiliki Dinar dari Wakala Induk Nusantara dengan cetakan logam mulia, baik yang pecahan ¼ – 2 Dinar dapat menjual kepada kami dengan rincia...
Panduan Zakat Emas, Perak dan Mata Uang Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.Alhamdulillah, sekarang kami punya ke...
Dinar Emas : 22 Karat atau 24 Karat- Kah ? Ada pelajaran yang membekas di benak saya dari guru saya dibidang ekonomi syariah Prof. Didin Hafiduddin dalam menyikapi berbagai hal yang kita temui ...
Quo Vadis Dinar dan Dirham ? Belajar dr Sebuah Kom... Quo Vadis Dinar dan Dirham ? Belajar dr Sebuah Komunitas Dinar Saya akan menceritakan bagaimana teman saya mengedukasi pengguna Dinar dan sampai sekar...