Persepsi Keliru Mengenai Dinar dan Dirham ( II ) Dinar dan Dirham Haram untuk Diperjualbelikan

Persepsi Keliru Mengenai Dinar dan Dirham ( I ) Membantah Keharaman Uang Kertas
December 26, 2011
Persepsi Keliru Mengenai Dinar dan Dirham (III) Bolehkan Kita Mencicil Dinar dan Emas Batangan?
February 13, 2012

Persepsi Keliru Mengenai Dinar dan Dirham ( II ) Dinar dan Dirham Haram untuk Diperjualbelikan

 

Sebagian orang yang saya temui berkata jual beli dinar dan dirham tdk ada bedanya dengan jual beli mata uang dan saya jawab bahwa memang sama. Kemudian orang tersebut bertanya kembali bahwa bukankan jual beli mata uang adalah haram hukumnya, maka saya menjawabnya bahwa hal ini banyak dipahami tidak dengan semestinya.

 

Di antara ulama yg saya temui berkata bahwa dinar dan dirham serta mata uang yg digunakan saat ini tak berubah fungsinya sebagai alat pengukur kekayaan. Dulu di jaman Rasulullah Sholallohualaihiwasallam , sahabat sahabat beliau radialllahanhu memiliki kekayaan dan kekayaan mereka diukur dengan berapa banyak dinar, dirham, ternak yg mereka miliki.

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan,

(Mata uang) dinar dan dirham asalnya bukan untuk dimanfaatkan zatnya. Tujuannya adalah sebagai alat ukur (untuk mengetahui nilai suatu barang). Dirham dan dinar bukan bertujuan untuk dimanfaatkan zatnya, keduanya hanyalah sebagai media untuk melakukan transaksi. Oleh karena itu fungsi mata uang tersebut hanyalah sebagai alat tukar, berbeda halnya dengan komoditi lainnya yang dimanfaatkan zatnya.(Majmu’ Al Fatawa, 19/251-252)

Imam Al Ghozali rahimahullah menjelaskan,

Orang yang melakukan transaksi riba dengan (mata uang) dinar dan dirham, sungguh ia telah kufur nikmat dan telah berbuat kezholiman. Karena (mata uang) dinar dan dirham diciptakan hanya sebagai media dan bukan sebagai tujuan. Maka bila mata uang tersebut diperdagangkan, maka ia akhirnya akan menjadi komoditi dan tujuan. Hal ini bertentangan dengan tujuan semula uang diciptakan. Oleh karena itu, tidak dibolehkan menjual (mata uang) dirham dan dengan dirham yang berbeda nominalnya dan tidak dibolehkan menjualnya secara berjangka. Maksud dari hal ini adalah agar mencegah orang-orang yang ingin menjadikan mata uang tersebut sebagai komoditi. Syarat ini jelas mendesak para pendagang untuk tidak meraup keuntungan. (Ihya’ ‘Ulumuddin, 4/88)

 

Teringat perkataan ulama tersebut bahwa sejatinya dinar-dirham- uang kertas sekarang adalah alat ukur kekayaan, sehingga hal yg aneh kok bisa alat ukur ini diperjual belikan. Oleh karena itu Islam membatasi jual beli mata uang melalui suatu ketentuan yg dinamakan akad sharf. Yang perlu diperhatikan bahwa dari ulasan di atas tdk ada pengharaman, namun pembatasan, krn bila terjadi pengharaman makan ulama pun telah melihat mafsadatnya lebih tinggi dibanding maslahatnya. Hal ini pun berlaku bila kita menghukumi uang kertas adalah riba atau haram. Dan ulama pun membatasi karena bila tidak dibatasi maka mafsadatnya lebih banyak dibanding maslahatnya. Ingat ketika jual beli FOREX ONLINE dengan cara leverage , bagi yang mengenalnya inilah cara Wall Street menguasai dunia dan jual beli dengan metode ini lebih banyak kerusakannya seperti terjerumus kepada spekulasi. Insya Allah akan dibahas di artikel selanjutnya.

 

 

Ash-sharf secara bahasa berarti memindah dan mengembalikan. Sedangkan secara istilah fuqaha, definisi ash-sharf adalah jual beli alat bayar (emas, perak dan mata uang) dengan alat bayar sejenis atau beda jenis.

 

 

Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum)  dijual dengan sya’ir, korma dijual dengan korma, dan garam dijual dengan garam, (takaran/timbangannya) harus sama dan kontan. Barang siapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba, pemberi dan penerima dalam hal ini sama.” (H.R Muslim)

 

 

Janganlah engkau menjual emas ditukar dengan emas melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau melebihkan salah satunya dibanding lainnya. Janganlah engkau menjual perak ditukar dengan perak melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau melebihkan salah satunya dibanding lainnya. Dan janganlah engkau menjual salah satunya diserahkan secara kontan ditukar dengan lainnya yang tidak diserahkan secara kontan.” (H.R. Al Bukhary dan Muslim).

 

Jadi ada beberapa hal yg penting dalam jual beli dinar -dirham dan mata uang kertas yakni :

 

  1. Jika sejenis baranganya, dinar dengan dinar atau rupiah dengan rupiah maka jumlahnya harus sama, misal 1 dinar dengan 1 dinar, 1000 rupiah dengan 1000 rupiah dan serah terima secara tunai dan hand to hand.

  2. Jika berlainan jenis tp Illatnya sama yaitu sebagai alat pembayaran atau alat tukar ( disini dinar tetap illatnya sebagai alat tukar krn memiliki kekuatan untuk membeli walau saat ini tdk diakui sebagai alat tukar yang sah) , maka jumlahnya sesuai kesepakatan misal 1 Dinar seharga 2,5 juta dilakukan secara tunai dan hand to hand.

  3. Untuk persyaratan hand to hand, telah dibahas bahwa akad sharf akan sempurna bila pihak pertama telah memberi dan pihak kedua telah menerima, disini ada letak perbedaan apakah menyimpan dalam suatu sistem elektronik misalnya di sistem m-dinar atau perbankan saat ini apakah tdk sesuai ? Saya condong kepada bahwa ketika jaman berubah dan kepesatan teknologi sangat cepat , dimana orang transaksi di Amerika bisa membeli emas atau perak di Eropa, maka sistem penyimpanan adalah suatu keniscayaan asalkan pembeli atau pemilik barang memiliki akses kontrol terhadap barang tersebut.

  4. Saya sepakat bahwa yang namanya dinar-dirham atau emas batangan maka jangan sampai diperjualbelikan scr kredit, krn ini spt kita mengkreditkan uang kita. Seaman amanya kita membeli dinar-dirham atau emas batangan dengan cara tunai.

 

 

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Bagaimana Hukum Paytren ? Beberapa jawaban yang saya rangkum : Konsultasi Syariah : - Hukum Paytren Bagian 1  - Hukum Paytren Bagian 2  - Hukum Paytren Bagian 3 - masi...
Memahami Akad Riba (01) Definisi RibaDitinjau dari ilmu bahasa arab, riba bermakna: tambahan, tumbuh, dan menjadi tinggi. Firman Allah Ta'ala berikut merupakan contoh nyata a...
Mengenal Hukum Uang Kertas (2/2) Bila hal ini telah jelas, maka berikut beberapa fatwa Komite Tetap untuk Riset Ilmiyyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, seputar permasalahan jual...
Bolehkah Jual Beli Dinar dan Emas Melalui Marketpl... Bolehkah Jual Beli Dinar dan Emas Melalui Marketplace Seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan sejenisnya. Pada tanggal 23 Oktober 2017 , kami meng...

Comments are closed.