Apakah Jual Beli Dinar dan Dirham itu Haram?

qdinar
Dinar Dalam Pecahan Kecil, Mengapa Tidak…?
November 13, 2009
Capital Goods
Bila Dinar Dan Dirham Dipergunakan Sebagai Alat Transaksi…
March 26, 2010

Apakah Jual Beli Dinar dan Dirham itu Haram?

Banyak yang bertanya atau setidaknya ada rekan saya yang ragu atas diperbolehkannya jual beli emas atau dinar dikarenakan penganalogian dengan jual beli kurs valuta asing.Sebenarnya Jual beli valuta asing dan jual beli dinar adalah sama, karena keduanya dapat diperlakukan sebagai mata uang. Ini dikaitkan dengan dalil :


"Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya'ir (salah satu jenis gandum)  dijual dengan sya'ir, korma dijual dengan korma, dan garam dijual dengan garam, (takaran/timbangannya) harus sama dan kontan. Barang siapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba, pemberi dan penerima dalam hal ini sama." (HRS Muslim)


"Janganlah engkau menjual emas ditukar dengan emas melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau melebihkan salah satunya dibanding lainnya. Janganlah engkau menjual perak ditukar dengan perak melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau melebihkan salah satunya dibanding lainnya. Dan janganlah engkau menjual salah satunya diserahkan secara kontan ditukar dengan lainnya yang tidak diserahkan secara kontan." (Riwayat Al Bukhary dan Muslim)

Jadi selama jual beli valuta asing ataupun dinar dengan syarat kontan ( tidak ada penangguhan waktu ) maka hal ini diperbolehkan dan hal ini disepakati oleh Ulama dari Mazhab Fiqih.

Banyak yang bertanya atau setidaknya ada rekan saya yang ragu atas diperbolehkannya jual beli emas atau dinar dikarenakan penganalogian dengan jual beli kurs valuta asing.Sebenarnya Jual beli valuta asing dan jual beli dinar adalah sama, karena keduanya dapat diperlakukan sebagai mata uang. Ini dikaitkan dengan dalil :


“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum)  dijual dengan sya’ir, korma dijual dengan korma, dan garam dijual dengan garam, (takaran/timbangannya) harus sama dan kontan. Barang siapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba, pemberi dan penerima dalam hal ini sama.” (HRS Muslim)


“Janganlah engkau menjual emas ditukar dengan emas melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau melebihkan salah satunya dibanding lainnya. Janganlah engkau menjual perak ditukar dengan perak melainkan sama dengan sama, dan janganlah engkau melebihkan salah satunya dibanding lainnya. Dan janganlah engkau menjual salah satunya diserahkan secara kontan ditukar dengan lainnya yang tidak diserahkan secara kontan.” (Riwayat Al Bukhary dan Muslim)

Jadi selama jual beli valuta asing ataupun dinar dengan syarat kontan ( tidak ada penangguhan waktu ) maka hal ini diperbolehkan dan hal ini disepakati oleh Ulama dari Mazhab Fiqih.

 

Ataupun ada kisah lain yaitu :

Kisah berikut dapat menjadi dalil yang memperjelas maksud dari pembayaran kontan yang dimaksudkan oleh hadits-hadits di atas.

Ibnu Syihab mengisahkan bahwa Malik bin Aus bin Al Hadatsan menceritakan kepadanya bahwa pada suatu hari ia memerlukan untuk menukarkan uang seratus dinar (emas), maka Thalhah bin Ubaidillah pun memanggilku. Selanjutnya kamipun bernegoisasi dan akhirnya ia menyetuji untuk menukar uangku, dan iapun segera mengambil uangku dan dengan tangannya ia menimbang-nimbang uang dinarku. Selanjutnya Thalhah bin Ubaidillah berkata: Aku akan berikan uang tukarnya ketika bendaharaku telah datang dari daerah Al Ghabah (satu tempat di luar Madinah sejauh + 30 KM), dan ucapannya itu didengar oleh sahabat Umar (bin Al Khatthab), maka iapun spontan berkata kepadaku: Janganlah engkau meninggalkannya (Thalhah bin Ubaidillah) hingga engkau benar-benar telah menerima pembayarannya. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Emas ditukar dengan emas adalah riba kecuali bila dilakukan secara ini dan ini alias tunai, gandum ditukar dengan gandum adalah riba, kecuali bila dilakukan dengan ini dan ini alias tunai, sya’ir (satu verietas gandum yang mutunya kurang bagus -pen) ditukar dengan sya’ir adalah riba kecuali bila dilakukan dengan ini dan ini alias tunai, korma ditukar dengan korma adalah riba, kecuali bila dilakukan dengan ini dan ini alias tunai.” (Riwayat Bukhari).

Jual Beli dinar – dirham atau mata uang kertas asing dapat menjadi haram jika:

1.      Jumlahnya yang tidak sama, seperti menukar 100 dinar dengan 120 dinar, maka hal ini hukumnya menjadi haram.

2.      Menunda pembayaran atau pembayaran dilakukan secara tidak tunai, maka hal ini hukumnya menjadi haram.

3.      Memperjual belikan kurs valuta asing atau dinar dengan cara metode FOREX, maka hal ini hukumnya haram karena ada pertama, faktor leverage yaitu kita hanya sebagian membeli mata uang asing yang akan diperjual belikan ( leverage berbagai broker berbeda beda) sedangkan diperintahkan syarat jual beli yaitu dengan jumlah yang sama, kedua, ada beberapa opsi dalam forex yang menyebutkan penangguhan waktu maka ini dihukumi haram, sedangkan jual beli yg diperbolehkan adalah secara tunai.

Semoga menjadi ilmu bagi kita semua.

Sumber : Ustadz. Muhammad Arifin bin Badri, MA ( diambil dari artikel tanya jawab di pengusahamuslim.com, dengan sebagian tambahan dari penulis)

 

Receive Updates

No spam guarantee.

Related Post

Mengenal Hukum Uang Kertas (2/2) Bila hal ini telah jelas, maka berikut beberapa fatwa Komite Tetap untuk Riset Ilmiyyah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, seputar permasalahan jual...
Hukum Dana Talangan Ibadah Haji :: Solusi atau Mas... Dana Talangan Haji banyak ditawarkan oleh berbagai institusi perbankan ada yang konvensional dan juga ada dari bank syariah. Jikalau itu dari bank kon...
Bila Dinar Dan Dirham Dipergunakan Sebagai Alat Tr... Dari Aiman r.a berkata : “ Saya masuk ke rumah Aisyah, di situ ada baju perempuan yang terbuat dari benang seharga lima Dirham. Kata Aisyah: “...
Persepsi Keliru Mengenai Dinar dan Dirham ( II ) ...   Sebagian orang yang saya temui berkata jual beli dinar dan dirham tdk ada bedanya dengan jual beli mata uang dan saya jawab bahwa memang sama. Kemud...

Comments are closed.